Bolehkah Berkata Kasar Ketika Mendaki Gunung & Sedang Ditengah Hutan Rimba?

Posting Komentar

 

Ngobrol bercerita di Gunung

Berkata Kasar di Gunung Dapat Berakibat Hilangnya Pendaki? 

Dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, kita tidak pernah luput dari komunikasi dan berbicara dengan orang-orang di sekitar kita. Apalagi, pada saat berbincang dengan teman-teman tongkrongan dirumah. Yang memang sudah sangat begitu akrab, pasti berbicara nya pun sudah sama-sama saling terbuka, dan kadang juga suka asal nyeletuk terlontar kata-kata kasar secara tidak di sengaja. 

Hal demikian terjadi ketika kita sedang berada dirumah, sebut saja di Kota. Bagaimana jika terlontar kata-kata kasar, ketika kondisi sedang berada di tengah hutan belantara dalam suatu gunung. 

Apakah hal tersebut diperbolehkan? 

Ketika hal ini terjadi dilingkungan rumah, bisa dibilang ini merupakan hal yang wajar. Karena kita sudah mengenal dekat siapa lawan bicara kita. Berbeda dengan ketika sedang berada di hutan rimba yang keadaannya sangat sunyi. 

Kita perlu ber-etika dan berfikir dahulu sebelum berbicara, di gunung kita hanyalah sebagai tamu (pendatang). Jaga perilaku & bersikap sopan sudah sepatutnya kita terapkan, toh makhluk hidup di gunung bukan hanya manusia, hewan dan pepohonan. Disana terdapat Makhluk gaib "astral". yang membedakan hanya sebuah dimensi. 

Berbagi pengalaman di gunung

Di setiap jalur pendakian gunung dalam aturannya pasti tertulis, mewajibkan pendaki yang datang untuk menjaga adab & etika. Mimin pernah melihat tentang peraturan ini, di gunung Sindoro via Kledung & Gunung Lawu via Candi Ceto. 

Teman-teman pasti juga sering melihat peraturan tersebut, ketika ingin mengisi formulir sebelum pada akhirnya akan membayar Simaksi. Biasanya, kita juga sering dijelaskan mengenai jalur pendakian & hal yang dilarang. Aturan tertulis biasanya berada di Peta Pendakian. 

Seutas Cerita: 

Mimin pernah mendengar sebuah cerita dari salah satu rekan teman pendakian mimin. Dahulu tahun 2017, ia pernah merasakan kejadian mistis di Gunung Ciremai, kejadian ini terjadi akibat ia mendaki dengan orang yang sompral " asal bicara". 

Yang dimana orang tersebut baru ia kenal di base camp pendakian Linggarjati, saat itu disana ia sempat mengobrol & akhirnya memutuskan untuk mendaki bareng. 

Singkat cerita, di Kuburan Kuda (salah satu pos di pendakian linggar jati) teman yang baru ia kenal itu beberapa kali berbicara sompral & melontarkan kata-kata kasar. Sesaat sebelum ia dirasuki makhluk gaib di Pos Kuburan kuda gunung Ciremai via Linggarjati. Makhluk tersebut sempat berkata bahwa ia tidak suka dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulut orang tersebut. 

Setelah pulih lalu ia memutuskan untuk beranjak turun & tidak jadi melanjutkan perjalanan pendakian nya. Kejadian ini benar-benar kisah nyata. 

Kesimpulan: 

Hal yang dapat diambil dari cerita ini sudah jelas kan ? Bahwa di gunung memang makhluk astral sebenarnya memperhatikan pendaki yang datang. 

Lalu bagaimana jika kita berkata kasar di gunung namun secara tidak sengaja (diluar kendali) ? 

teman-teman mimin yang belum pernah mendaki kadang suka menanyakan hal ini. Jujur saja, sudah puluhan kali mimin mendaki gunung. Sangat sering kali terucap kata-kata kasar yang secara tidak disengaja. Alhasil, alhamdulillah tidak merasakan keganjilan apa-apa. 

Mungkin karena, kata-kata kasar yang keluar, memang sangat tidak di sengaja. Siapa tau makhluk astral pun masih mewajarkan, berbeda dengan orang yang basic nya sudah sompral & tidak ber-etika. 

Versi DzawinNur :
Ada satu versi lagi yang mimin amati dari salah satu video di kanal youtube seorang komika lulusan SUCA Kompas TV, ia merupakan Publik Figur terkenal & Traveller. 

Yaitu "Dzawinnur" pasti teman-teman tahu kan? Dzawinnur sudah tak asing lagi terdengar di telinga pendaki gunung. Apalagi di sobat Markicabs, mimin juga salah satu penikmat videonya. 

Di video Dzawinnur itu, ia mendaki di salah satu gunung di Jawa Timur, bersama 2 orang yang benar-benar sangat sompral ketika berbicara. Lantas, apakah dzawinnur merasakan hal janggal ketika mendaki bersama orang itu? Tentu tidak. Di video itu dijelaskan, bahwa orang itu memang perilaku nya sudah terbiasa seperti itu. 

Dan kata-kata sompral yang keluar itu pun sebenarnya tidak ada niat untuk macam-macam / ngeledek makhluk astral. Bisa dibilang sih lebih komedi, berbeda dengan kasus yang di gunung Ciremai tadi. 

Kesimpulan dari artikel ini, tetap jaga etika dan ucapan dimanapun teman-teman berada. Perihal berkata kasar di gunung menurut mimin sudah jelas Sangat Dilarang. Bukan hanya di gunung saja, tapi di semua tempat. Terkecuali, di tongkrongan. kalau keceplosan di gunung, ya Konsekuensi di tanggung sendiri hehe, Sekian. 
Farhan Journey
Seseorang yang mengisi waktu luang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat .

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email