Mengapa Gunung di Jawa Tengah Lebih Banyak Peminat, Di Banding Gunung di Jawa Barat? Berikut Fakta Langsung yang Terjadi di Lapangan

Posting Komentar

 

Gunung Jawa Tengah

Benarkah Gunung Di Jawa Tengah Banyak Peminat  dan Gunung Jawa Barat Sepi Peminat? 

Benarkah demikian? Jika Benar, Apasih Faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Dan Jika tidak, Alasannya itu apa?  Di Artikel ini mimin mau berbagi cerita tentang faktor yang menjadi penyebab Gunung di Jawa Tengah lebih banyak Peminat, dibanding Gunung Jawa Barat. 

Disclaimer: ini hanya asumsi mimin pribadi, dan mimin ber-asumsi dari perspektif yang mimin rasakan langsung (terjadi di lapangan). "Tujuan artikel ini dibuat bukan untuk menggiring opini teman-teman pendaki. Dan bukan untuk menggiring opini negatif tentang pengelola Gunung di Pulau Jawa". Akan tetapi, biar teman-teman yang belum pernah mendaki. Tau, beberapa Fakta yang terjadi di lapangan. 

Mimin sih sangat mengharapkan agar nantinya pihak pengelola base camp bisa lebih memperhatikan. Demi mencegah hal-hal yang dapat merugikan suatu pihak & demi kenyamanan bersama. 
Kita lanjut ke inti pembahasan, mimin pribadi lebih memilih untuk mendaki Gunung-Gunung di Jawa Tengah. 

Dibanding Gunung-Gunung di Jawa Barat, Apa Alasannya? 

1. Ramahnya Warga Lokal. 

yang mimin rasakan di Basecamp pendakian Gunung Jawa Tengah, masyarakat/warga lokalnya lebih Welcome & sangat ramah dibanding Gunung Jawa Barat. Disana, untuk harga makanan nasi & lauk pun sangat terjangkau cuma 10.000 rupiah. Itu pun, kita diminta untuk mengambil nasi sendiri, banyak atau tidak nya nasi yang kita ambil harganya tetap tidak berubah. Ramah banget kan masyarakat base camp gunung di Jawa Tengah? Persoalan di beberapa basecamp pendakian gunung di Jawa Barat hanyalah sejumlah oknum, yang ingin meraup keuntungan lebih dari pendaki yang berdatangan. 

Masih banyak kok warga lokal sekitar base camp di jalur pendakian gunung jawa barat yang lainnya. Yang bersikap ramah & welcome seperti BC pendakian gunung di jawa tengah. Jika di basecamp gunung Jawa Barat yang mimin rasakan, warga nya kurang ramah & perihal apa saja selalu diuangkan. Mimin tidak mau menyebutkan Gunung & Base Camp pendakiannya, yang pasti inilah fakta yang terjadi di lapangan.  Mimin pribadi berdomisili di Jawa Barat akan tetapi lebih memilih mendaki ke gunung Jawa Tengah. Secara lokasi saja jika dilihat, lebih dekat untuk mendaki gunung Jawa Barat

"Tidak semua base camp di jalur pendakian gunung jawa barat seperti itu, itu hanyalah oknum yang memanfaatkan keadaan". 

Salah satu teman mimin pernah bercerita ketika ia berada di basecamp pendakian gunung di Jawa Barat. Ia memesan nasi & lauk pauk di warung sekitar basecamp tersebut, ketika nasi yang ia pesan tiba & diantarkan oleh penjaga warung. Ia ingin menambah sambal, karena memang teman mimin suka yang pedas-pedas. Lalu apa yang terjadi? Ia diminta uang tambahan, hanya karena ingin menambah sambal di makanan nya. Mengejutkan sekali bukan? 

2. Harga Simaksi. 

Alasan gunung jawa tengah lebih diminati karena memang untuk harga simaksinya (surat izin masuk kawasan konservasi) lebih murah dibanding gunung jawa barat. Soal ini, sudah bukan rahasia publik lagi, mimin pribadi tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, toh jika kita berdomisili di Jawa Barat & ingin mendaki gunung jawa barat untuk biaya transportasi relatif terjangkau dan jaraknya juga lebih dekat. 

Berbanding terbalik jika kita mendaki gunung jawa tengah, maka budget yang akan kita keluarkan lebih besar untuk biaya transportasi nya. Menurut mimin pribadi, tak jadi masalah mendaki Gunung Jawa Barat & Jawa Tengah jika harus mengeluarkan budget yang cukup besar. Yang terpenting disana kita diperlakukan dengan baik oleh masyarakatnya. Ditambah lagi , apabila bisa sharing & diskusi dengan masyarakat disana, tentu ini akan menjadi nilai tambah & kita pun sebagai tamu akan mendapatkan banyak pelajaran. Seperti apa yang dikutip oleh Roem Topatimasang. "Setiap tempat yang dijumpai adalah sekolah dan setiap orang adalah Guru".

3. Biaya Transportasi. 

Kondisi di tengah pandemi seperti sekarang ini, apakah teman-teman tahu? jika harga transportasi ( bus, kereta dll ) untuk tujuan gunung Jawa Barat & Jawa Tengah, hampir sama selisih biayanya. Beberapa teman mimin kemarin baru turun dari salah satu gunung di Jawa Barat, dan ia bercerita kalau harga transportasi di era pandemi seperti sekarang ini melonjak naik hampir sama dengan tujuan ke jawa tengah. 

4. Oknum Pungli di Gunung Jawa Barat. 

Pernah kah teman-teman mendengar berita yang beredar dari akun akun media sosial Gunung di Instagram & Fanspage Facebook? Berita ini pernah viral & trending pada waktu itu. Hanya karena ulah "oknum" yang melakukan pungli ke pendaki yang hendak naik ke gunung tersebut. Pungli itu dilakukan oleh oknum warga lokal sekitar base camp jalur pendakian. Dan dari berita yang beredar, oknum tersebut sempat mengancam pendaki yang tidak mau membayar sejumlah uang yang ia minta, ia mengancam dengan senjata tajam. 

Kejadian tersebut bisa dibilang sangat miris, dan menimbulkan image atau citra negatif untuk pihak pengelola base camp dan masyarakat lokal di sekitar jalur pendakian gunung tersebut, hal ini sempat membuat was-was di kalangan pendaki yang hendak melakukan pendakian melalui jalur itu. 

5. Jarak Gunung. 

Banyak pendaki yang memilih untuk mendaki ke gunung jawa tengah karena jarak dari gunung ke gunung di jawa tengah relatif dekat. Kita ambil contoh Gunung Sindoro, Sumbing, Prau & Kembang yang saling berdekatan jaraknya. banyak pendaki yang memilih ke jawa tengah bukan hanya untuk mendaki satu gunung saja, mereka berencana untuk mendaki beberapa gunung di jawa tengah sekaligus. 

Bahkan untuk menuntaskan ambisi ekspedisi " Triple S " Yang biasa dikenal Sindoro Sumbing Slamet". Jika Mendaki di Gunung Jawa Barat, jaraknya lumayan cukup jauh. Walaupun tak dapat dipungkiri, masih ada beberapa gunung yang jaraknya masih sangat dekat, seperti gunung Cikuray ke gunung Guntur &  gunung Guntur ke gunung Papandayan yang masih satu wilayah Kabupaten. 

Gunung Gede pun masih berdekatan jika teman-teman mau sekalian mendaki ke gunung Pangrango, dengan jarak yang masih dalam satu jalur pendakian. Begitu pula Gunung Gede ke Gunung Salak yang jaraknya masih cukup dekat. 

6. View atau Pemandangan. 

dari Segi Pemandangan / View. Pasti teman-teman lebih tahu dan faham soal hal ini, jadi tidak perlu dijelaskan faktor-faktor tentang keindahan setiap gunung. Karena memang setiap gunung mempunyai ciri khasnya tersendiri. Yang harus teman-teman ingat adalah,Jika dilihat lebih dalam, mendaki itu tidak selalu tentang mencari view yang bagus dan Indah. 

Harap dibaca baca-baik agar tidak ada yang salah faham. Karena tujuan artikel ini dibuat bukan untuk menjadi ajang perdebatan/adu argumen yang mengarah ke sisi negatif. Tujuan artikel ini dibuat, untuk berbagi, diskusi & menambah wawasan sesama satu penghobby. 

Semoga rencana pendakian teman-teman yang sudah di rencanakan akan terwujud & berakhir sukses, & kembali kerumah dengan selamat. Jadi, kapan kamu akan mendaki?
Farhan Journey
Seseorang yang mengisi waktu luang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat .

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email