Beberapa Faktor Yang Menyebabkan Tragedi Kecelakaan Pendaki Gunung di Indonesia

Posting Komentar


Pendaki hilang

Faktor yang menjadi penyebab tragedi kecelakaan pendaki gunung. 

Akhir-akhir tahun ini sebelum artikel ini dibuat & diterbitkan. Pada bulan September sampai dengan saat ini 09 Desember 2020, banyak sekali insiden kecelakaan pendaki gunung yang  sering menimpa para pendaki di Gunung-gunung Indonesia, terutama di Pulau Jawa. 

Di antaranya: 

1 Pendaki yang Meninggal Hipotermia di Gunung Slamet, 1 Pendaki yang Terkilir & di Evakuasi karena ditinggal  oleh 6 rekannya yang memilih muncak di Gunung Slamet, 1 Pendaki yang Meninggal Karena Kelelahan Mendaki 2h1m di Gunung Semeru, dan 1 lagi Pendaki yang Tersesat di Gunung Prau via Bawang (jalur  ini khusus yang sudah sering mendaki lewat via bawang)

Sampai kapan kejadian seperti ini akan terulang?  hey membaca akan mengulas di artikel ini. Kegiatan mendaki / pendakian gunung di zaman sekarang merupakan hal yang sangat lumrah, pasal nya. Di zaman sekarang ini, sudah banyak terlihat anak-anak dibawah umur (18 Tahun) yang mendaki di gunung gunung Indonesia. Kegiatan mendaki di zaman sekarang ini bisa diartikan, banyak sebagian orang yang ingin melakukan pendakian hanya demi "eksistensi" semata. Banyak pula anak-anak dibawah umur yang melakukan pendakian karena rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Jadi kalian pasti bisa mengartikan perbedaan diantara 2 hal ini ya sob?  

Memang sih, umur tidak menjadi halangan atau patokan untuk melakukan aktifitas pendakian gunung. Banyak juga, anak-anak dibawah umur yang lebih tau Ilmu Navigasi di banding orang-orang Dewasa. Keduanya, memiliki kelebihan & keunikan nya masing-masing, kebanyakan orang mengartikan. Umur yang lebih tua, lebih tau & lebih berpengalaman. Fakta nya? Itu sama sekali tidak benar. 

Kita lanjut ke pembahasan. 
Di hari-hari libur nasional, Terminal -terminal di Pulau Jawa mulai di padati oleh banyak pendaki, yang paling ramai itu. Diantaranya, Terminal Mendolo Wonosobo & Terminal Tirtonadi Solo. Kedua terminal ini salah satu Akses yang paling dekat menuju Base camp Pendakian Gunung di Jawa Tengah. 

Terminal bobotsari
terminal bobot sari purbalingga


Lalu dengan banyak nya pendaki yang membludak, apa faktor yang menyebabkan terjadinya insiden kecelakaan? 

1# Minimnya Wawasan Pengetahuan
 
Wawasan pengetahuan merupakan peran penting yang wajib banget dipelajari, sebelum teman-teman hendak melakukan pendakian gunung. Kalian wajib banget mempelajari nya, terutama untuk teman-teman pemula / perdana akan mendaki gunung. Paling tidak minimal kalian harus tahu peralatan apa saja yang hendak dibawa (Safety) yang sesuai SOP Pendakian, dan kalian wajib banget tahu Medan/Kondisi jalur pendakian yang nantinya akan kalian lalui. 

Jika sudah tau soal alat-alat apa saja yang hendak dibawa & sesuai SOP Pendakian, teman-teman bisa mempelajari Ilmu Survival & Hal apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat. Contoh seperti, Hipotermia, bagaimana Gejala & Cara Penanganannya. Di Google sudah banyak kok informasi soal itu, jika kalian punya teman yang sudah Berpengalaman dalam Mendaki, bisa kok tanyakan padanya. 

2# Peralatan Seadanya

Tadi kita sudah membahas tentang peralatan yang sesuai dengan SOP Pendakian, ada tambahan sedikit yang harus teman ingat di kepala teman-teman. Yaitu, jangan pernah mendaki dengan cara Memaksakan, jika alat-alat belum lengkap. Bisa kalian pinjam atau kumpulkan uang untuk membelinya. Karena sepengelaman mimin, sudah sering kali mimin memaksakan pendakian dengan peralatan seadanya, alhasil sangat bisa berakibat fatal. Daripada nantinya menimpa diri kalian, lebih baik kalian mencegah. 

Karena alam tidak bisa di prediksi, mendaki dengan peralatan lengkap saja bisa kecelakaan. Bagaimana dengan yang peralatan seadanya? Toh alat outdoor sudah banyak yang murah, memiliki alat outdoor ga harus beli yang bermerek dengan harga mahal. Yang terpentin adalah kegunaannya. Dari mulai memilih bahan-bahan carrier yang bagus, memilih jaket outdoor yang waterproof & windproof, memilih baju & celana berbahan quickdry dll. 

3# Cuaca Buruk

Cuaca buruk di gunung merupakan hal yang sangat wajar, terutama di akhir tahun bulan September - DesemberBulan tersebut merupakan titik nya musim penghujan, jadi sudah tidak heran lagi cuaca buruk pada bulan tersebut. Lebih baik hindari mendaki di bulan ini, kalau teman-teman belum siap untuk menghadapi segala risiko nya. Terutama yang paling Fatal adalah, Badai & Petir. 

Jika mendaki pada musim Kemarau yang harus diwaspadai yaitu Suhu yang sangat dingin & rentan Hipotermia, bisa juga terjadi hujan es nantinya. Tapi bagaimana pun, alam tidak dapat diperkirakan. Cuaca sewaktu-waktu bisa berubah dengan cepat, ke-Dua Hal ini biasanya yang menyebabkan insiden kecelakaan pada pendaki. 

4# Rekan Pendakian 

Ketika ingin melakukan pendakian, kalian harus tau karakter dari rekan pendakian kalian nantinya. Bagaimana sih sifat nya, karena mendaki itu kegiatan yang penuh dengan risiko. Mendaki dengan orang yang salah juga dapat berakibat fatal. Di paragraf pertama mimin sudah memberi informasi ada 2 Kasus Kecelakaan yang menimpa pendaki Karena di tinggal oleh rekannya. Hal tersebut harus kalian jadikan pelajaran, karena di Gunung Faktanya memang sifat asli seseorang akan terlihat baik & buruknya. 

Mendaki lah dengan orang-orang yang sudah sangat kalian ketahui karakter & sifat aslinya. Hindari mendaki dengan orang yang kalah dengan Rasa Egonya, mungkin teman-teman masih belum mengeti & faham dengan maksud dari kata-kata ini. Kalian bisa mengetahui & membuktikan kata-kata ini, nanti. Ini menjadi PR untuk kalian, jika sudah tau maksud & arti kata-kata ini dari diri kalian sendiri / kalian sudah merasakan hal tersebut. 

Kalian bisa komen di kolom komentar yang tersedia pada artikel ini. Jadi, kapan kalian akan melakukan pendakian sob? 
Farhan Journey
Seseorang yang mengisi waktu luang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat .

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email